RISET NARATIF

Riset naratif merupakan salah satu penelitian kualitatif. Riset naratif memiliki banyak bentuk, menggunakan beragam praktik analisis, dan berakar pada beragam disiplin social dan humaniora. Sebagai metode, riset naratif ini dimulai dengan pengalaman yang diekspresikan dalam cerita yang diampaikan oleh individu. Czarniawska ( dalam Creswell, 2015 : 96) mendefinisikan riset naratif sebgai suatu tipe desain kualitatif yang spesifik  dimana narasi yang menceritakan tentang peristiwa arau rangkaian peristiwa yang terhubung secara logis  dinyatakan dalam teks yang diucapkan atau dituliskan .
Riset naratif memiliki ciri khusus yang dapat kita lihat dari sejumlah artikel yang diterbitkan dalam jurnal maupun buku tentang penelitian kualitatif. Adapun ciri khusus yang dimiliki oleh riset naratif adalah sebagai berikut :
a. Para peneliti naratif mengumpulkan cerita dari individu (dan dokumen, dan percakapan kelompok) tentang pengalaman individu yang dituturkan.
b. Cerita naratif menuturkan pengalaman individual, dan cerita yang mungkin saja memperlihatkan identitas dari individu dan bagaimana mereka melihat diri mereka.
c.  Cerita naratif dikumpulkan melalui beragam bentuk data, misalnya wawancara.
d. Cerita naratif seringkali didengar dan kemudian disusun oleh para peneliti menjadi suatu kronologi meskipun cerita tersebut disampaikan oleh partisipan.
e.   Cerita naratif dianalisis dalam beragam cara
f.    Cerita naratif seringkali mengandung titik balik
g.   Cerita naratif berlangsung di tempat atau situasi yang spesifik
Studi naratif dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mempertimbangkan srategi analisis data yang digunakan oleh peneliti naratif. Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah tiga pendekatan yang diungkapkan oleh Riessman (dalam Creswell, 2015:99)  dalam menganalisis adata yatiu 1) analaisis tematik;  2) analisis structural;  3) analisis dialogis atau permainan. Bagian bagian kedua adalah mempertimbangkan tipe dari narasi. Berikut ini beberapa pendekatan yang popular digunakan :
  1. Studi biografis adalah studi naratif yang penelitinya menulis dan merekam pengaaman dari kehidupan orang lain
  2. Auto-etnografi adalah studi naratif yag ditulis dan direkam oleh individu yang menjadi subjek penelitian.
  3. Sejarah kehidupan adalah studi naratif yang menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh
  4. Sejarah tutur atau sejarah lisan adalah studi naratif yang pengumpulan refleksi pribadi tentang peristiwa dan efek atau sebabnya terhadap satu atau beberapa individu.

Dalam riset naratif terdapat beberapa procedure dalam pelaksanaan riset naratif. Procedure yang dimaksud adalah
  1. Menentukan apakah problem pertanyaan risetnya sudah cocok untuk riset naratif
  2. Memilih satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman hidup yang ingin diceritakan, menghabiskan vbanyak waktu, dengan mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui beragam jenis informasi
  3.  Mempertimbangkan bagaiamana pengumpulan data dan perekamannya dapata dilakukan dalam beragam cara
  4. Mengumpulkan informasi tentang konteks dari cerita
  5. Menganalisis cerita dari para partisipan
  6. Berkolaborasi dengan partisipan secara aktif dalam melibatkan mereka selama riset.

Berdasarkan procedure dan cirri yang dimiliki oleh riset naratif kita tahu bahwa riset naratfi adalah pendekatan yang menantang. Peneliti harus mengumpulkan banyak informai tentang partisipan, dan harus memiliki pemahaman yang baik tentang konteks dari kehidupan partisipan. Dibutuhkan juga kejelian dan kecermatan untuk mengidentifikasi materi yang menangkap pengalaman dari partisipan.

Komentar