RISET STUDI KASUS

Riset studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitiannya mengkesplore kehidupan nyata, system terbatas kontemporer (kasus) atau beragam system terbatas (berbagai kasus), melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan beragam sumber informasi atau sumber informasi majemuk (misalnya pengamatan, wawancara, bahan audiovisual, dan dokumen dan berbagai laporan) dan melaporkan diskripsi kasus dan tema kasus. Satuan analisis kasus bisa berupa kasus majemuk (multi-situs) atau kasus tunggal (studi dalam-situs).
CIRI-CIRI RISET STUDI KASUS
Terdapat beberapa ciri khas yang terdapat dalam riset studi kasus yaitu sebagai berikut
  1. Riset studi kasus dimulai dengan mengidentifikasi satu kasus yang spesifik.
  2. Tujuan pelaksanaan riset studi kasus
  3. Riset studi kasus memperlihatkan pemahaman mendalam tentang suatu kasus.
  4. Pemilihan pendekatan untuk analisis data dalam studi kasus akan berbeda-beda
  5. Riset studi kasus melibatkan deskripsi tentangkasus sehingga analisisnya dapat dipahami dengan baik.
  6. Tema atau masalah dari riset studi kasus dapat diorganisasikan menjadi kronologi oleh peneliti, menganalisis kasus untuk mengetahui berbagai persamaan dan perbedaan di antara kasus tersebut, atau menyajikannya dalam suatu model teoritis.
  7. Studi kasus sering diakhiri dengan kesimpulan yang dibentuk oleh peneliti tentang makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus tersebut.

TIPE STUDI KASUS
Tipe studi kasus kualitatif dibedakan berdasarkan ukuran batasan dari kasus tersebut dan dibedakan dalam hal tujuan dari analisis kasusnya. Berikut ini tipe studi kasus berdasarkan tujuannya yaitu
  • Studi Kasus Instrumental Tunggal, peneliti memfokuskan pada isu atau persoalan, kemudian memilih satu kasus terbatas untuk megilustrasikan persoalan tersebut.
  • Studi Kasus Kolektif, satu isu atau persoalan juga dipilih, tetapi peneliti memilih beragam studi kasus untuk mengilustrasikan iau atau persoalan tersebut. Peneliti juga dapat mempelajari satu program dari beberapa riset atau beragam program di satu tempat tertentu.
  • Studi Kasus Intrinsik, studi kasus yang fokus pada kasus intu sendiri (misalnya mengevaluasi program, atau mempelajari sesorang siswa yang memiliki kesulitan) karena kasus tersebut mmenghadirkan situasi yang tidak biasa atau unik

PROSEDUR PELAKSANAAN RISET STUDI KASUS
  1. Para peneliti menentukan terlebih dahulu apakah pendekatan studi kasus sudah tepat untuk mepelajari permasalahan risetnya.
  2. Peneliti mengidentifikasi kasus atau beberapa persoalan.
  3. Peneliti mengumpulkan data. Pengumpulan data dalam riset studi kasus biasanya meluas mengambil beragam sumber informasi.
  4. Peneliti melakukan analisis data dari hasil pengumpulan data. Tipe analisis data dapat berupa analisitik holistic dari keseluruhan kasus atau analisis melekat dari salah satu aspek dari kasus tersebut.
  5. Peneliti melaporkan makna dari kasus atau persoalan yang diteliti, apakah makan tersebut dating dari pembelajaran tentang persoalan dari kasus tersebut (kasus instrumental) atau pembelajaran tentang situasi yang tidak biasa (kasus intrinsic).

TANTANGAN
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peneliti dalam pelaksanaan riset studi kasus adalah peneliti harus mengidentifikasi kasus tersebut. Kasus yang diilih kemungkinan memiliki ruang lingkup yang luas atau ruang lingkup sempit. Penelii studi kasus harus memutuskan system terbatas mana yang hendak dipelajari.


Komentar